Diet Atkins pasti
sudah cukup terkenal di kalangan mereka yang ingin menurunkan berat badan. Diet
ini mengunggulkan rendah karbohidrat sebagai kunci utama dalam menurunkan berat
badan. Lalu bagaimana dengan diet rendah lemak yang juga cukup sering dipergunakan?
Dua buah penelitian
yang dimuat dalam New England Journal of Medicine mencoba membandingkan kedua
tipe diet tersebut.
Dalam penelitian
pertama didapatkan bahwa mereka yang melakukan diet rendah karbohidrat ternyata
akan mengalami penurunan berat badan lebih besar dibanding mereka yang
menggunakan diet rendah lemak. Jangka waktu yang dipergunakan untuk penilaian
adalah 6 bulan.
Selain itu, mereka
yang melakukan diet rendah karbohidrat ternyata juga mengalami penurunan kadar
lemak darah (trigliserida) yang lebih besar dan juga perbaikan dalam
sensitivitas insulin. Partisipan dalam penelitian ini memang banyak yang
menderita kencing manis dan memiliki berbagai faktor risiko terhadap penyakit
jantung dan pembuluh darah. Tetapi dalam hal penilaian perbaikan sensitivitas
insulin hanya melibatkan mereka yang tidak menderita kencing manis.
Penelitian kedua
memiliki jangka waktu penilaian yang lebih panjang yaitu 12 bulan. Dalam waktu
6 bulan, mereka yang menggunakan diet rendah karbohidrat mengalami penurunan
berat badan yang lebih bermakna dibandingkan mereka yang menggunakan diet
rendah lemak. Sayangnya, dalam bulan ke-12 didapatkan bahwa mereka yang
menggunakan diet rendah karbohidrat akan kembali mengalami kenaikan berat badan
dan kenaikan ini lebih besar dibanding mereka yang menjalani diet rendah lemak.
Akibatnya, perbedaan kedua tipe diet ini dalam menurunkan berat badan menjadi
tidak bermakna dalam jangka waktu 12 bulan.
Tampaknya polemik
yang meliputi kedua tipe diet ini masih akan terus berlanjut. Walaupun diet
rendah karbohidrat tampaknya sedang berada di atas angin, faktor keamanannya
perlu diperhitungkan. Diet rendah karbohidrat umumnya dilakukan tanpa
pembatasan dalam hal kandungan lemak dan protein yang tinggi. Karena itu, efek
keamanan jangka panjangnya pun tentu perlu diteliti lebih lanjut.
Belum diketahui
secara pasti apakah rendah karbohidrat yang menjadi faktor penentu dari
turunnya berat badan dan bukan akibat dari rendahnya kalori yang dipergunakan.
Karena itu berhati-hatilah dengan program penurunan berat badan Anda.
Berkonsultasilah dengan ahli gizi untuk mendapatkan arahan terbaik.
Banyak orang Amerika
berganti-ganti diet seolah-olah mereka sedang bermain kartu, mencoba
mendapatkan cara terbaik yang dapat membantu mereka menurunkan berat badan.
Diantara diet terkenal pada dekade terakhir adalah diet Okinawa, Mediterranean,
Scarsdale, LA, buah anggur, nasi, Jenny Craig, Weight Watchers dan diet rendah
lemak seimbang yang sehat untuk jantung dari American Heart Association.
Semua bentuk diet itu
telah dikalahkan oleh sebuah fenomena baru. Hampir 60 juta orang Amerika sedang
mencoba diet rendah karbohidrat yang disebut sebagai "low-carb". Diet
itu telah ada sejak lama, namun baru sekarang digemari banyak orang.
Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh. Yang disebut sebagai
karbohidrat sederhana adalah gula pasir merah dan putih serta madu. Yang
disebut karbohidrat kompleks adalah nasi, roti, cereal, biskit dan pasta.
Mereka yang sedang
menjalani diet rendah karbohidrat makan makanan yang tinggi protein dan lemak.
Mereka makan daging sapi, telur, sosis, bacon dan babi. Teorinya adalah
mengurangi karbohidrat akan menyebabkan tubuh membakar kelebihan lemak. Mereka
yang menjalankan diet ini mengatakan tidak mengalami kelaparan seperti yang
mereka alami pada diet klasik rendah lemak, buah-buahan, sayur, susu dan
karbohidrat. Sehingga mereka terus melakukan diet itu kebih lama.
Diet low-carb yang
paling populer adalah diet Atkins, South Beach dan Zone. Seberapa populerkah?
Buku 'Dr.Atkins New Diet Revolution", pertama kali diterbitkan tahun 1992,
telah terjual 16 juta kopi dan menduduki posisi nomor satu dalam daftar buku
terlaris edisi sampul tipis pada New York Times. Atkins meninggal dalam sebuah
kecelakaan tahun lalu, namun perusahaannya meraih pendapatan kotor 100 juta
dolar pada tahun 2003. Sementara buku terlaris edisi sampul tebal adalah
"The South Beach Diet".
Diet Atkins, yang
memungkinkan orang untuk makan daging dalam jumlah tidak terbatas, akhir-akhir
ini selalu diserang oleh para ahli nutrisi dan kesehatan. The American Heart
Association telah menyatakan "Mereka yang mengikuti diet ini memiliki
resiko kelainan jantung, ginjal, tulang dan hati." Faktanya, tidak ada
studi jangka panjang memperlihatkan apakah diet rendah karbohidrat ini aman
atau efektif dalam menurunkan berat badan. Penelitian selama 2 tahun masih
tengah berlangsung, mencoba mencari jawabannya.
Berbagai program
rendah karbohidrat yang telah menempatkan usaha diet sebagai prioritas,
mengejutkan para produsen makanan, melonjakkan keuntungan pada industri daging,
namun merugikan sektor lainnya. Penjualan roti di seluruh Amerika turun 1,1
persen pada tahun 2003, atau turun 66 juta dolar dibanding tahun 2002. Beberapa
tahun lalu Sunrise Café di daerah Teluk San Fransisco menjual 20 nampan roti
cinnamon setiap hari. Sekarang rata-rata hanya 1 nampan per hari. Penjualan dan
harga kentang telah turun tajam di propinsi Manitoba, Kanada. Pada bulan
Januari, 3 produsen utama kentang goreng-nya punya kelebihan produksi sebanyak
500 ton. PepsiCo, perusahaan yang memproduksi minuman ringan Pepsi Cola dan
makan camilan Frito-Lay, telah terguncang. Penghasilannya tidak berubah dari
pendapatan tahun 1998.
Produsen makanan
cepat saji seperti McDonalds, Wendy's dan Hardees menyesuaikan diri. Di Guam,
Burger King telah bekerjasama dengan jaringan restoran lainnya untuk
memproduksi 'carb-wrap', yaitu cheeseburger tanpa roti yang tinggi karbohidrat.
Burger ini dibungkus dengan daun selada dan ditempatkan dalam mangkuk untuk
dimakan dengan pisau dan garpu.
Unilever, perusahaan
raksasa Inggris-Belanda, telah terpukul keras. Unilever menanggapi dengan
menciptakan 18 produk baru, bernama 'carb options' atau pilihan karbohidrat.
Produk ini misalnya selai kacang, spaghetti dan kuah salad rendah karbohidrat.
Tapi yang pasti orang
Amerika perlu menurunkan berat badan. Negara ini telah mengalami apa yang
disebut sebagai 'epidemi obesitas'. Tidak mengherankan ketika sebuah jajak
pendapat pada bulan Januari mendapati 61 persen orang Amerika ingin menurunkan
berat badan. Mereka ingin menurunkan kira-kira 9 kilogram. Rendah karbohidrat
atau rendah lemak? Boleh pilih!
No comments:
Post a Comment