Makin banyak orang menerapkan pola makan ini,
demi alasan kesehatan. Namun ternyata pola makan vegetarian bisa memberi
manfaat tambahan, berupa pengendalian bobot tubuh. Agar Anda lebih kenal dengan
jenis pola makan ini, cermati uraian berikut.
Apakah vegetarian itu?
Vegetarian adalah pola makan yang menghindari
berbagai produk hewani. Asalnya, pola makan ini merupakan bagian dari ajaran
suatu agama. Tetapi sekarang, vegetarian sudah menjadi bagian gaya hidup. Kini
terdapat beragam pola vegetarian.
Vegan
Aliran vegetarian yang paling ketat, sama
sekali tidak mengonsumsi produk-produk hewani, termasuk telur dan susu. Ada
juga vegetarian yang dijuluki fructarian, selain tidak mengkonsumsi produk
hewani mereka juga hanya mengonsumsi hasil tanaman yang bisa dipanen tanpa
menyebabkan kematian tanaman tersebut
*
Lacto vegetarian
Pantang mengonsumsi semua produk hewani
termasuk telur, tapi mengonsumsi susu dan olahannya.
*
Lacto ovo vegetarian
Tidak memakan produk hewani segar. Penganut
Lacto ovo vegetarian tidak memakan daging atau ikan, namun masih mengonsumsi
telur dan susu.
*
Semi-vegetarian
Mengonsumsi sayur-sayuran, juga ayam atau
ikan, produk susu, dan telur. Hanya menghindari daging merah.
Vegetarian untuk diet
Menurut Profesor Tim Key dari Universitas
Oxford, Inggris. Kenaikan berat badan pada seseorang dapat ditekan jika ia
makan banyak karbohidrat dan sedikit protein. Hal inilah yang menyebabkan pola
makan vegetarian relatif sesuai untuk mengendalikan pertambahan berat badan.
Selain itu menu vegetarian sangat menyehatkan
karena hanya terdiri dari bahan makanan rendah lemak jenuh, rendah kalori,
rendah gula, dan rendah garam, tetapi kaya akan vitamin dan mineral dari buah
dan sayuran juga kaya serat.
Jadi tidaklah heran jika para pakar kesehatan
sepakat, dari sekian banyak metode diet yang dianjurkan. Menghindari makanan
dari daging dan mengubah perilaku makan menjadi vegetarian adalah cara diet
yang paling tepat.
Kelemahan: Meski menjadi vegetarian banyak untungnya,
namun bukan berarti pola makan ini jauh dari masalah kesehatan. Di antaranya
adalah
Kekurangan seng (zinc) dan vitamin B-12..
Namun, kondisi ini bisa diatasi dengan cara banyak mengonsumsi kacang-kacangan
dan produk-produk dari kedelai.
Rentan terhadap anemia. Namun dengan
meningkatkan asupan protein nabati serta mengkonsumsi suplemen zat besi maka
anemia bisa teratasi.
No comments:
Post a Comment