Sayuran
sering kali menjadi dilema bagi kita. Di satu sisi kita wajib mengkonsumsi
serat dan zat gizi yang lazim didapat dari sayur-sayuran, terutama apabila kita
ingin menjalani hidup yang sehat dan jauh dari berbagai penyakit. Tapi di sisi
lain, kebanyakan sayuran memberikan rasa yang 'polos' sehingga butuh semacam
energi lebih untuk dapat mengantarkannya masuk ke dalam perut. Kita sudah
mencoba mengolahnya dengan direbus, dikukus,
dibuat
sup, tumisan, gado-gado, karedok sampai salad, tapi tetap saja suatu ketika
kita akan merasa bosan dengan rasa yang begitu-begitu saja. Apalagi beberapa
jenis sayuran akan lebih bermanfaat apabila dikonsumsi dalam kondisi mentah dan
segar, karena itu tidak semua jenis sayuran boleh kita masak. Lalu, bagaimana
cara yang lebih mudah (dan cepat!) supaya gizi dan serat bisa terpenuhi setiap
hari? Satu masukan dari kami : kenapa tidak diminum saja?
Wortel
Jenis
akar yang konon sangat disukai kelinci ini sangat kaya dengan zat gizi,
mineral-mineral penting dan zat antioksidan. Diperkaya dengan kebaikan vitamin
A, B dan C, plus zat besi, kalsium dan kalium, wortel memberi Anda daya
peningkat vitalitas yang alami, dan juga mempertajam daya penglihatan.
Antioksidan membantu sistem imun mengatasi pengaruh radikal bebas. Vitamin C adalah
salah satu antioksidan yang paling efektif, dan juga membantu membangun
jaringan sel yang sehat. Wortel juga dapat meningkatkan kesehatan kulit bagi
mereka yang memiliki jerawat atau eksim. Plus, kandungan zat besinya
meningkatkan jumlah sel darah yang dapat membantu mencerahkan kulit. Sifat ini
pun sangat baik bagi Anda yang menderita anemia atau sedang merasa letih dan
'drop'.
Beta-karoten selalu dihubungkan dengan sayuran ini.
Beta-karoten yang lazim muncul pada buah-buahan dan sayur-sayuran yang berwarna
kuning atau jingga ini bisa meningkatkan kesehatan mata, termasuk meningkatkan
daya penglihatan pada malam hari. Beta-karoten juga dipercaya dapat menghambat
pertumbuhan tumor, terutama sel-sel kanker pada paru-paru dan pankreas akibat
kebiasaan merokok.
Dalam bentuk jus, wortel membantu membangkitkan aktivitas
usus dan meningkatkan pergerakan normal usus besar. Segelas jus di pagi hari
akan menjadi awalan yang baik bagi sistem tubuh Anda. Blender satu atau dua
buah wortel berukuran sedang dan minum segera. Zat-zat gizi yang penting akan
hilang dalam waktu 20 menit setelah proses blending.
Mentimun
Mentimun memiliki kandungan air sampai 90 persen,
sehingga efeknya dapat membantu 'menyiram' bakteri disepanjang usus dan dinding
kandung kemih, dan membantu meringankan masalah urinari seperti sistitis. Sifat
diuretiknya juga membantu meringankan retensi air. Dan karena kandungan airnya
mampu membantu menghilangkan toksin dan asam urat melalui ginjal, maka mentimun
sangat baik untuk penderita encok.
Dengan kandungan air yang tinggi, mentimun juga berfungsi
sebagai 'makanan pelangsing' yang sempurna, karena memberikan efek
mengenyangkan tapi memberikan jumlah kalori yang minim. Selain itu, mentimun juga diperkaya dengan
zat-zat gizi seperti vitamin A dan C dan juga kalsium, kalium, mangan dan
sulfur.
Tapi, kemampuannya untuk mendinginkan tubuhlah yang
memberikan sifat khas pada mentimun. Campuran air dan jus mentimun dapat
menurunkan demam dan mendinginkan kulit, misalnya biang keringat akibat udara
panas.
Di India, raita, yaitu salad mentimun dan yoghurt,
dikonsumsi tiap waktu makan untuk mengimbangi rasa masakan yang pedas dan untuk
mendinginkan perut. Gazpacho, yaitu sup mentimun yang dihancurkan, adalah
masakan populer di Spanyol.
Untuk mendapatkan manfaat utuh dari mentimun, sertakan
kulitnya saat memblender. Jika jus mentimun terasa terlalu 'polos' untuk
diminum, tambahkan yoghurt untuk meningkatkan rasanya.
Tomat
Buah yang sering dijuluki 'love apple' - apel cinta - ini
adalah salah satu sayuran yang rasanya enak untuk dimakan begitu saja. Ada
banyak varietas tomat, mulai yang rasanya masam sampai manis. Sebagai minuman,
tomat rasanya menyegarkan dan biji-bijinya memberikan serat alami.
Kaya akan vitamin antioksidan dan mineral, tomat adalah
pejuang ampuh dalam melawan toksin- toksin. Tomat dipersenjatai dengan vitamin
A, C dan E serta asam folat dan zat besi, yang merupakan senjata efektif untuk
melawan infeksi dan meningkatkan energi.
Tomat yang bergizi tinggi ini juga baik untuk pengganti
makan. Sayuran ini cukup mengenyangkan
dibandingkan mentimun. Untuk lebih menikmati jus tomat
tapi ingin menghindari gula, resep berikut bisa dicoba. Blender dua buah tomat
merah dengan tiga sendok teh perasan lemon, satu
sendok
teh saus Worchestershire (dapat diperoleh di supermarket), sejumput kecil
merica dan
daun
thymi. Anda akan menyukai jus tomat rasa italia ini!
Kubis
Dalam dunia alternatif, kubis sering disebut 'dokternya
kaum miskin' dan 'a gift from heaven - hadiah dari surga' karena sifatnya.
Kubis merah memiliki kandungan vitamin C terbanyak dan merupakan sumber kalium
dan asam folat.
Kalium membantu mengatur keseimbangan air dalam tubuh dan
bertanggung jawab dalam mengendalikan impuls syaraf dan kontraksi otot.
Beberapa tahun yang lalu, orang mengkonsumsi kubis mentah untuk mengobati
gangguan syaraf. Saat ini, kubis mentah lebih sering digunakan untuk membantu
melawan infeksi virus seperti demam dan flu.
Kubis mentah tidak memiliki rasa dan bau yang
menyenangkan karena kandungan sulfurnya. Tapi sulfur memiliki sifat antiseptik,
antibiotik dan disinfektan. Sulfur juga memberikan kontribusi dalam pembentukan
kolagen, yang membantu membentuk tulang, tendon dan jaringan ikat pada kulit.
Jika Anda tahan bau dan rasanya, jus kubis hijau ataupun
kubis merah mentah ini baik untuk obat kumur antiseptik apabila Anda mengalami
nyeri tenggorokan ataupun sariawan. Kelemahan dari kubis adalah sifatnya yang
dapat menimbulkan gas pada perut, sehingga menyebabkan kembung.
Empat jenis sayuran di atas adalah sebagian contoh dari
jenis sayuran yang bisa dibuat jus. Sebenarnya, jenis sayuran apapun pada
dasarnya dapat dibuat jus, misalnya seledri dan brokoli. Yang menjadi hambatan
dalam mengkonsumsi jus sayuran umumnya terletak pada rasa yang 'khas sayuran
mentah'. Tapi mengingat jus ini bisa menghemat waktu Anda dalam mengkonsumsi
sayuran, Anda cukup tenggak saja tanpa harus mengunyah berlama-lama, bentuk
konsumsi sayuran yang satu ini memang patut untuk dicoba. Nah, selamat mencoba
dan bereksperimen dengan sayuran favorit Anda!
No comments:
Post a Comment