Dr Arthur Agatston, seorang kardiolog dari
South Beach, Miami, Florida, Amerika Serikat (AS), belum lama memperkenalkan
metode pelangsingan tubuh baru, yang disebut
South Beach Diet. Berbeda dengan metode diet yang umumnya membatasi
karbohidrat, lemak, atau protein secara ketat, South Beach Diet memberikan
keleluasaan untuk memilih makanan yang Anda sukai. Diet ini bukan diet
rendah-karbohidrat juga bukan diet rendah-lemak, tapi menganjurkan pada Anda
untuk memilih jenis karbohidrat dan lemak secara tepat.
Ada 3 tahapan dalam diet ini:
1. Pembatasan karbohidrat
Tahap pertama merupakan masa pembatasan
karbohidrat yang yang masuk ke dalam tubuh. Namun, tidak semua karbohidrat
dihindari, hanya karbohidrat yang "buruk", seperti kentang dan roti.
Pada tahapan ini peserta diet diharuskan tetap makan tiga kali sehari ditambah
waktu makan selingan. Ukuran makanan juga tidak perlu dikurangi. Tahapan ini
dijalani minimal dua minggu dan dapat dijalani hingga satu bulan. Setelah
menjalani dua minggu tahapan pertama, diperkirakan berat badan akan turun antara 5 hingga 6 kilogram.
2. Tahapan lanjutan
Pada tahap ini penurunan berat badan akan
terjadi berangsung-angsur (0,5-1,0 kg/minggu). Pada tahap ini Anda harus
menjalani penurunan berat bada hingga tercapai berat yang diinginkan, tentu
saja dalam rentang waktu yang tidak dibatasi. Tahapan ini disebut juga sebagai
tahapan pemberian karbohidrat (karbohidrat "baik") kembali. Secara
perlahan-lahan, asupan pangan sumber karbohidrat "baik" seperti biji-bijian,
beras tumbuk, atau kacang-kacangan-ditingkatkan. Beberapa jenis pangan yang
masih dihindari, antara lain roti, kentang, dan wortel. Sedangkan buah yang
harus dihindari, antara lain semangka dan nanas.
3. Pemeliharaan berat badan.
Tahap terakhir ini bertujuan untuk menjaga
berat badan yang telah dicapai agar
tidak naik atau turun secara dratis. Pada masa ini, jumlah dan jenis
asupan pangan lebih beragam dibandingkan dua fase sebelumnya. Sedapat mungkin
dihindari makanan selingan. Sebaiknya pilih kacang-kacangan (buncis, kacang
merah, kacang kedelai, dan kacang hijau) sebagai sumber lemak dan protein.
Beras merah adalah pilihan makanan pokok yang tepat. Secara umum konsumsi buah,
seperti, apel, pir, anggur, dan jeruk, tidak dibatasi. Diet pada tahapan ketiga
ini dianjurkan untuk terus diterapkan.
Kelemahan : Diet ini lebih cocok untuk mereka
penderita diabetes dan obesitas. Karena landasan ilmiah yang dipakai adalah
konsep indeks glikemik (IG), yaitu kecepatan pangan menaikkan kadar gula
(glukosa) darah, setelah mengonsumsinya. Makanan yang IG-nya tinggi,
mengakibatkan gula darah cepat naik, sehingga menghasilkan insulin berlebih.
No comments:
Post a Comment