PERNAHKAH Anda merasa telah berjuang keras melakukan diet
tapi berat badan tak kunjung turun?. Hal ini disebabkan karena adanya kesalahan
yang seringkali tanpa disadari dalam menjalankan diet. Berikut adalah kesalahan
dalam diet yang sering dilakukan.
1. Kurangi jumlah makan
Hal ini seringkali dilakukan oleh para pelaku diet,
dengan melewati salah satu jam makan seperti sarapan atau makan malam. Padahal
sarapan penting sebagai energi utama untuk melakukan aktivitas sepanjang hari
dan menghindari konsumsi gula atau lemak berlebihan di saat lapar.
2. Batasi Makan makanan tertentu
Diet yang menganjurkan untuk tidak makan karbohidrat atau
lemak sama sekali, dan hanya mengkonsumsi buah dan sayur saja tidak baik untuk
kesehatan. Karena kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral tidak akan
tercukupi, terutama untuk usia remaja. Tubuh masih membutuhkan asupan kalori
dan nutrisi yang seimbang untuk menjaga kesehatan. Pilihkan makanan
yang rendah lemak daripada tidak makan lemak sama sekali.
3. Konsumsi kalori terlalu rendah
Untuk perempuan, tubuh memerlukan sekitar 2000 kalori
setiap harinya, sedangkan laki-laki membutuhkan sekitar 2500 kalori. Apabila
kalori yang masuk dibatasi hingga sekitar 1000 kalori atau bahkan kurang,
justru akan menyebabkan rendahnya metabolisme tubuh dan mengalami anemia.
4. Tidak olahraga
Padahal olah raga dapat meningkatkan metabolisme tubuh
yang membantu proses pembakaran lemak dan kalori, berat badan pun akan lebih
cepat turun.
5. Konsumsi salad
Mengkonsumsi salad memang baik, namun patut diingat bahwa
mayonnaise yang menyertai salad juga mengandung lemak yang cukup tinggi.
6. Tidak minum susu
Mengkonsumsi susu setiap hari tetap dibutuhkan, terutama
susu rendah lemak berkalsium tinggi karena dapat menguatkan tulang dan
melengkapi nutrisi tubuh.
7. Berat badan turun drastis
Sebaiknya berat badan yang turun tidak lebih dari 1-2 kg
dalam seminggu karena dapat menimbulkan komplikasi kesehatan yang lain, seperti
hati dan ginjal, yang dipaksa untuk bekerja lebih keras untuk menggantikan
cadangan glukosa dalam darah. Hal ini pun dapat mengganggu kesehatan Anda.
No comments:
Post a Comment