Juice Threapy -
Detoxifikasi adalah tindakan melakukan pola makan dengan buah mentah sepenuhnya
(whole day), yang biasanya dengan cara di blender atau dimakan dengan cara
dikunyah.
Banyak orang lebih
memilih blender karena lebih nyaman mengkonsumsinya, tanpa harus payah payah
mengunyah.
Detoksifikasi atau
detoks yang menurut ahli terapi nutrisi Andang Gunawan adalah tindakan membuang
timbunan kelebihan sampah dan racun yang telah terkumpul dalam tubuh.
"Sebenarnya setiap hari tubuh kita melakukan detoks. Hal ini bisa kita
lihat setiap hari ada pembuangan. Entah buang air besar, air kecil atau
keringat. Jadi seharusnya ini sudah berjalan dengan sendirinya. Nah, jika apa
yang kita makan dan yang kita keluarkan itu seimbang, racun tak sempat
menumpuk. Badan kita pasti sehat, bugar, dan langsing. Metabolisme tubuh juga
baik dan kita juga enggak gampang stres," urai pengarang buku best seller,
Food Combining, Kombinasi Makanan Serasi ini.
Masalahnya yang
sering terjadi, meskipun buang air lancar setiap pagi, ternyata tubuh tetap
loyo dan sakit-sakitan. Bisa jadi, kata Andang, karena sistem pembuangan kita
tidak efektif atau optimal sehingga ampas/sampah makanan masih ada yang
tertinggal di tubuh kita. "Kita selama ini berpikiran kalau berat badan
naik itu berarti lemak, padahal itu bisa sampah yang tertinggal," kata
Andang yang belajar mengenai food combining di Queensland Institute of Natural
Science di Australia.
Sampah yang
tertinggal itu sebagian besar disimpan di usus besar karena usus besar bisa
membesar sampai lima kali ukuran normalnya. "Sisa makanan yang tak bisa
keluar dipadatkan di dinding usus, akhirnya menumpuk terus menjadi kerak. Nah,
itu, kan, tempatnya penyakit. Akan terjadi pembentukan racun."
Selanjutnya, racun
yang tersimpan di usus karena dinding usus terdiri atas pori-pori yang
menyerap semua yang ada termasuk toksin akhirnya menyebabkan toksin-toksin ini
masuk ke pembuluh darah yang lalu beredar ke mana-mana. Kalau sudah begitu, ya,
pastilah akan mengganggu kerja sel-sel dan jaringan-jaringan yang lain.
Dengan demikian, tak
ada salahnya bila kita melakukan detoksifikasi secara rutin. Apalagi di zaman
modern ini kita banyak mengonsumsi jenis makanan yang tak bisa diterima oleh
tubuh, semisal makanan yang diawetkan, makanan dengan pewarna, daging dan ayam
yang disuntik, makanan yang terpolusi pestisida, dan sebagainya. Jelas bahwa
kadar sampah yang harus dihadapi tubuh pun makin meningkat. Jadi detoks secara
khusus sangat dianjurkan.
NILAI PLUS DETOKS
Tujuan utama kita
melakukan detoks adalah agar badan sehat karena metabolisme terjaga dengan
baik. Namun menurut Andang, detoks yang dilakukan secara rutin juga bermanfaat
lain, yaitu:
*
Kulit jadi lebih bercahaya, sehat dan
mulus.
*
Berat badan terjaga
*
Meningkatkan vitalitas
*
Meningkatkan imunitas dan kekebalan tubuh
*
Menghilangkan selulit
*
Karena tubuh menjadi lebih bugar, pada
akhirnya mengurangi insomnia, stres atau depresi
SIAPA YANG BOLEH
MELAKUKAN DETOKS?
"Siapa pun yang
merasa pola makannya kurang terjaga boleh melakukan detoks," kata Andang.
Namun secara umum detoks tak dianjurkan bagi mereka yang:
*
Sedang hamil atau menyusui
*
Menderita penyakit berat dan serius
semisal kanker pada stadium lanjut
*
Sedang menjalani perawatan medis untuk
suatu penyakit atau baru pulih dari kondisi penyakit serius
*
Balita.
DETOKS PRAKTIS TIGA
HARI
Bagi yang ingin
memulai program detoks, Andang memberikan program detoksifikasi ringan.
"Detoks ini dapat dilakukan oleh orang awam karena hanya berlangsung tiga
hari," katanya.
Selama detoks, kita
hanya makan buah yang sebaiknya di blender dan minum air putih. Mengapa buah
yang dipilih? Karena buah paling nyaman dan masih ada rasa manisnya. Buah juga
merupakan antioksidan tinggi yang berguna membuang racun selain memberikan zat
gizi pula. "Jadi, selama detoks kita tak perlu khawatir kehilangan zat
gizi."
Jus buah ini diminum
setiap dua jam sekali diselingi minum air putih. Buah-buahan yang dianjurkan
untuk detoks adalah pepaya, nanas, apel, semangka dan mangga. "Sebaiknya
terapkan monodiet. Artinya kalau di hari pertama minum jus pepaya, maka
seharian itu buahnya pepaya saja. Kalau hari kedua apel, ya, apel terus selama
hari kedua. Begitu pun di hari ketiga."
Detoks praktis ini
bisa dilakukan sebulan sekali. Bila sudah terbiasa, bisa diteruskan lima hari
sampai tujuh hari. Anda harus banyak minum untuk memperlancar proses pembuangan
dan menghindari dehidrasi.
Selama proses
detoksifikasi berlangsung, umumnya kita akan merasa agak lemas atau kepala
sedikit pusing karena sebagian besar energi dipusatkan pada fungsi pembuangan.
Oleh karena itu hindari aktivitas yang mengurangi energi berlebihan. Lakukan
olahraga ringan di tengah udara terbuka dan bersih untuk memperlancar peredaran
darah dan getah bening, semisal jalan kaki, senam peregangan/stretching, yoga,
atau tai-chi.
"Cari waktu yang
tepat untuk melakukan detoks. Sebaiknya dilakukan pada akhir minggu atau hari
libur agar pikiran dan tubuh Anda bisa lebih santai," anjur Andang.
(Referensi : Nakita)