Pola makan, gaya hidup, dan aktivitas memadai
membuat di usia lanjut, manusia dapat menikmati hidup sehat, bebas dari
rongrongan penyakit.
Penduduk Okinawa, Jepang, mengalami hidup
semacam itu berkat diet Okinawa. Rahasia kesehatan dan umur panjang penduduk
Okinawa tradisional terletak pada pola makan dan gaya hidup sehari-hari.
Dalam menu hariannya, mereka umumnya
mengonsumsi kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, ikan laut, rumput laut, dan
biji-bijian. Jenis kacang yang paling banyak dikonsumsi adalah kacang kedelai,
baik dalam bentuk polong rebus (edamame) maupun dalam bentuk olahan, seperti
miso, tahu, dan kembang tahu (yuba). Sup miso dengan campuran bayam dan nasi
merupakan ciri khas menu sarapan penduduk Okinawa.
Berbeda dengan pola makan masyarakat Jepang
modern di kota-kota besar, penduduk Okinawa tradisional sangat sedikit
mengonsumsi alkohol, tetapi sebaliknya banyak minum air putih dan teh,
khususnya teh hijau (ocha). Penduduk Okinawa terbiasa minum air putih minimal
enam gelas sehari. Konsumsi cairan yang cukup sangat penting untuk mendukung
kelancaran metabolisme dan reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh.
Prinsip utama dalam pola makan Okinawa adalah
Hara Hachi Bu, yaitu makan dan minum hingga 80 persen kenyang. Bila prinsip
tersebut diterapkan, kita akan terhindar dari kegemukan atau obesitas akibat
kelebihan makan. Prinsip itulah yang menyebabkan orang-orang Jepang umumnya
memiliki tubuh langsing, sehat, bugar, dan awet muda.
Pola makan penduduk Okinawa umumnya bertumpu
pada empat pilar utama, yaitu: (1) rendah lemak, (2) tinggi sayuran dan
buah-buahan, (3) tinggi ikan laut, teh hijau, dan air minum, serta (4) sedapat
mungkin tidak mengonsumsi makanan olahan yang dibuat dengan penambahan
bahan-bahan kimia.
Bila prinsip tersebut diterapkan, kita akan
terhindar dari kegemukan atau obesitas akibat kelebihan makan. Prinsip itulah
yang menyebabkan orang-orang Jepang umumnya memiliki tubuh langsing, sehat,
bugar, dan awet muda.
Diet Okinawa bersifat semi-vegetarian. Kata
penganutnya, diet ini bisa memperlambat datangnya penyakit degeneratif.
Menurut dokter Peni M Hartanto, prinsip dasar diet Okinawa adalah berumur
panjang dengan mengonsumsi makanan sehat. ''Diet Okinawa mempunyai konsep
makanan semi-vegetarian dan konsumsi daging unggas yang tidak berlebihan,''
kata dokter alumnus Universitas YARSI, Jakarta ini.
Jika Anda berniat menerapkan diet ini, Peni
menyarankan untuk selalu menggunakan beras merah, bukan beras putih. Alasannya,
beras putih sudah mengalami proses pembersihan yang berulang-ulang. ''Jadi
kandungan vitaminnya sudah berkurang,'' ucap pengusaha yang membuka usaha
katering sejak tahun 1992 ini.
Salah satu ciri khas dari diet Okinawa adalah
penerapan pola makan dengan porsi standar. Untuk Anda yang suka ngemil,
sebaiknya hindari camilan yang berlemak, atau memiliki kandungan garam yang
tinggi. Menurut Peni, penganut diet Okinawa disarankan untuk tidak berlebihan
dalam mengonsumsi lemak dan garam. Dianjurkan pula untuk mengurangi bumbu atau
penyedap masakan seperti kaldu, kecap Inggris, dan lainnya.
Bagaimana dengan konsumsi daging? ''Anda
boleh mengonsumsi daging asal porsinya hanya 60 sampai 90 gram sekali makan,
dan jangan terlalu sering''. Kemudian, jika Anda ingin menggoreng daging atau
lauk lain, Peni menganjurkan untuk menggunakan minyak zaitun.
No comments:
Post a Comment