PILIH MANA.. MAU DIET SEHAT ATAU
DIET CEPAT ????
Jika
Anda ingin mengurangi berat badan, setengah hingga satu kilogram per minggu
adalah bobot sehat yang direkomendasikan untuk dihilangkan.
Perubahan
pola makan secara mendadak untuk menurunkan berat badan secara cepat berisiko
membuat Anda mengalami gangguan kesehatan. Usaha keras yang tidak sehat ini
juga tidak memungkinkan perubahan gaya hidup berkelanjutan yang bertujuan untuk
menjaga kestabilan berat badan ideal dalam jangka panjang.
Setengah
hingga satu kilogram per minggu adalah jumlah penurunan berat badan yang
direkomendasikan. Setengah kilogram lemak mengandung sekitar 3.500 kalori. Maka
untuk mengurangi setengah kilogram per minggu, Anda perlu membakar setidaknya
3.500 kalori per minggu atau 500 kalori per hari.
Risiko Diet Cepat
Penurunan
berat badan secara cepat cenderung tidak akan bertahan lama. Selain itu, orang
yang menghilangkan berat badan dengan cepat akan berisiko mengalami masalah
kesehatan:
Tubuh
lemas dan mudah lelah
Umumnya,
orang yang ingin menurunkan berat badan dengan cepat akan makan dalam porsi
yang lebih sedikit atau bahkan memaksakan diri untuk tidak makan. Kondisi ini
membuat tubuh kekurangan kalori sehingga mudah lemas dan lelah. Produktivitas
orang tersebut pun akan menurun.
Kurang
nutrisi
Tubuh memerlukan karbohidrat, vitamin, mineral, lemak, dan protein dalam jumlah yang ideal agar dapat berfungsi dengan baik. Namun ketika ingin berat badan segera turun, Anda akan cenderung mengurangi atau bahkan menghilangkan beberapa nutrisi seperti karbohidrat dan lemak. Padahal tubuh Anda membutuhkan semua unsur agar tubuh tetap sehat dan tidak rentan terkena penyakit.
Berat
badan cepat naik kembali
Diet
yang cepat tidak memberi kesempatan untuk melatih tubuh membakar kalori dalam
jumlah banyak. Padahal untuk mencapai hasil yang dapat bertahan lama,
diperlukan perubahan gaya hidup secara bertahap dan menyeluruh, mulai dari
olahraga hingga pengaturan pola makan. Diet cepat membuat makanan yang Anda
konsumsi tidak terbakar secara maksimal sehingga berat tubuh kembali naik.
Rusaknya
jaringan otot
Diet
yang dilakukan dengan ekstrem dan cepat tidak membakar lemak, melainkan
membakar otot-otot tubuh sehingga jaringan otot menjadi rusak.
Gangguan
tubuh lain
Beberapa
penyakit yang dapat menyerang karena efek samping diet cepat, antara lain sakit
kepalarambut rontok dan menstruasi yang tidak teratur.
Penyakit
serius yang mungkin terjadi
Diet
cepat yang dilakukan secara terus-menerus dapat berisiko mendatangkan penyakit
serius, antara lain:
- Batu Empedu dapat terjadi pada 1-2 dari 10 orang yang kehilangan berat badan dalam jumlah banyak dalam beberapa bulan.
- Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
- Dehidrasi
Kesalahan yang Umum Dilakukan Saat Diet
Berikut
ini adalah beberapa kebiasaan yang umum dilakukan dalam diet cepat yang justru
dapat merugikan kesehatan Anda:
Melewatkan
makanan utama
Penelitian
membuktikan bahwa orang yang teratur makan pagi, siang, dan malam lebih dapat
menjaga berat badan ideal. Sarapan yang mengandung cukup serat dan protein
dapat membuat Anda tetap merasa kenyang hingga tiba waktu makan siang. Namun
melewatkan makanan utama membuat Anda cenderung mengonsumsi banyak makanan
ringan di sela-sela waktu makan utama.
Menyepelekan
kandungan makanan ringan
Pernahkah
Anda memperhatikan kira-kira berapa banyak kalori yang terkandung dalam dua
potong gorengan, sekantong kripik kentang, dan sepotong kue? Jumlah totalnya
bisa melebihi kalori yang seharusnya Anda konsumsi. Memeriksa label nutrisi
pada kemasan makanan dapat membantu Anda memperkirakan jumlah kalori yang
dikonsumsi.
Sama
sekali tidak mengonsumsi makanan ringan
Menyantap
makanan ringan yang berkalori tinggi memang berisiko membuat diet gagal. Namun
ternyata jika makanan ringan itu jenis yang sehat dan berkalori rendah justru
membuat orang jauh dari rasa lapar dan lebih mampu menjaga berat badan ideal.
Makanan ringan kaya protein seperti kacang almond dapat menjaga metabolisme
tubuh tetap bekerja maksimal.
Meminum
minuman yang terlalu banyak kalori
Orang
yang melakukan diet cepat cenderung menghindari konsumsi makanan berkalori
tinggi. Sebagai gantinya, mereka mengonsumsi lebih banyak minuman manis.
Padahal jumlah kalori dalam minuman tertentu seperti kopi dengan krim dan
minuman soda sebenarnya tidak kalah banyak dibandingkan makanan. Selain itu,
minuman-minuman ini justru akan membuat perut merasa lapar sehingga pada
akhirnya Anda perlu makan lebih banyak.
Kurang
mengonsumsi air mineral
Sebagian
orang mengira bahwa konsumsi air mineral membuat tubuh menjadi gemuk. Padahal
air mineral merupakan unsur terpenting dalam pembakaran kalori. Konsumsi
minimal delapan gelas per hari justru akan meningkatkan laju metabolisme.
Menimbang
badan tiap hari
Jika
berat tubuh Anda turun dalam hitungan hari, maka kemungkinan besar yang turun
adalah kadar air dalam tubuh. Tetapi bukan lemak. Daripada tiap hari menakar
berat badan, cobalah untuk lebih memfokuskan diri pada tujuan jangka panjang
seperti target menghilangkan setengah kilogram dalam waktu 1-2 pekan.
Menetapkan
target yang tidak realistis
Selain
membuat frustasi karena keinginan tidak tercapai, menargetkan untuk menurunkan
berat badan hingga 5 kilogram seminggu dapat membuat Anda berniat melakukan
segala cara, termasuk cara tidak sehat untuk mencapainya. Stres karena
target yang tidak tercapai justru dapat memicu Anda untuk makan lebih banyak
lagi.
Cara Diet Sehat
Pada
dasarnya diet yang sehat adalah tentang mengelola pola makan, termasuk memilih
jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi. Diet yang sehat adalah ketika semua
nutrisi yang dibutuhkan tubuh bisa terpenuhi.
Beberapa
langkah sederhana yang dapat menjadi panduan:
Tentukan
target yang sehat tiap minggu.
Target-target
kecil dan sederhana bernilai penting sebagai langkah menuju perubahan gaya
hidup secara berkelanjutan. Selain itu, menetapkan target realistis secara
rutin dan berhasil memenuhinya akan membuat Anda merasa positif. Misalnya, jika
Anda suka mengonsumsi gorengan tiap hari, targetkan untuk tidak mengonsumsinya
dalam waktu seminggu. Sebagai gantinya, konsumsilah selingan sehat seperti buah
kering.
Aktif
bergerak.
Sebagai
langkah awal, Anda tidak perlu berolahraga secara rutin untuk tetap merasa
bugar. Lakukan suatu hal yang Anda sukai agar aktivitas tersebut dapat
dilakukan berulang-ulang seperti bermain futsal bersama rekan kerja atau
bersepeda bersama keluarga. Menjadwalkan olah tubuh di pagi hari sebelum mulai
beraktivitas merupakan cara terbaik bagi Anda yang merasa kesulitan untuk
meluangkan waktu juga. Usahakan untuk berolahraga setidaknya 2-3 jam per
minggu.
Kurangi
makanan kemasan.
Batasi
konsumsi makanan dalam kemasan, makanan siap saji, dan makanan yang digoreng.
Kelompok makanan jenis ini banyak mengandung kalori, bahan pengawet, dan garam.
Pilih
makanan yang diolah dengan cara tertentu.
Lebih
baik mengonsumsi makanan yang diproses dengan cara dikukus atau direbus
dibandingkan yang digoreng di dalam minyak panas. Makanan yang dikukus atau
direbus dalam waktu yang tidak terlalu lama memiliki kandungan nutrisi yang
lebih lengkap dibandingkan makanan yang digoreng. Sementara itu, makanan yang
digoreng mengandung kalori dan lemak jenuh yang tinggi.
Atur
ulang isi piring Anda.
Penuhi
sepertiga bahan makanan di piring dengan daging tanpa lemak, ikan, atau daging
unggas. Cobalah untuk memperbanyak porsi buah, sayur-sayuran, dan
kacang-kacangan. Pilihlah jenis sumber karbohidrat yang sehat seperti beras
merah atau kentang. Makan buah yang tidak terlalu manis seperti apel, tomat dan
avokad.
Memulai
dan melanjutkan kebiasaan-kebiasaan baik.
Kebiasaan-kebiasaan
sederhana berikut dapat membawa manfaat besar jika dilakukan secara konsisten
dan dalam jangka panjang:
- Mengonsumsi air mineral dengan cukup dan teratur.
- Jangan melewatkan makanan utama.
- Perbanyak konsumsi sayur agar Anda merasa kenyang lebih lama.
- Hindari membeli atau menyimpan makanan ringan berkalori tinggi di rumah.
- Disiplinkan waktu olahraga Anda.
- Makanlah dengan tenang sambil duduk di meja makan dan bukan sambil bekerja.
No comments:
Post a Comment