Pada dasarnya Food Combining merupakan pola
makan yang diselaraskan dengan mekanisme alamiah fungsi tubuh manusia. Dengan
penyelarasan tersebut, pekerjaan pencernaan akan lebih mudah dan pemakaian
energi lebih efisien. Prinsip Food
Combining sebenarnya tak beda dengan pola makan 4 sehat 5 sempurna, hanya
disesuaikan dengan siklus pencernaan manusia. Karena setiap fungsi tubuh
mempunyai irama biologis yang jam kerjanya tetap dan sistematis dalam siklus 24
jam setiap hari. Siklus tersebut terbagi 3 periode, yakni
1. Siklus Pencernaan. Siklus ini berlangsung
dari pukul 12.00 sampai pukul 20.00. Saat-saat tersebut merupakan waktu yang
tepat untuk menkonsumsi makanan padat karena selama 8 jam ini tubuh akan secara
aktif bekerja mencerna makanan.
2. Siklus Penyerapan. Sejak pukul 20.00 -
pukul 04.00 tubuh mulai melakukan penyerapan. Sebagian besar zat makanan yang
telah dicerna dibagikan ke seluruh tubuh. Pada saat ini tubuh harus cukup tidur
dan tidak makan lagi supaya energi yang ada pada tubuh betul-betul digunakan
untuk membagi makanan bukan untuk melakukan aktivitas tertentu atau mencerna
makanan. Jangan pula dilupakan, pada saat ini tubuh juga mengganti sel-sel yang
rusak dengan yang baru. Bila enenrgi terlalu banyak dikeluarkan untuk mencerna
makanan atau melakukan kegiatan lain, maka proses pembentukan sel baru tidak
lagi efisien. Akibatnya, tubuh menjadi lelah, kulit kusam, dan penuaan dini pun
terjadi.
3. Siklus Pembuangan. Siklus ini merupakan
siklus terakhir, terjadi antara pukul 04.00 hingga 12.00. Pada saat ini paling
banyak dikeluarkan energi. Karena itu alangkah baiknya bila Anda tidak
menyantap makanan padat supaya tidak
boros energi. Meminum segelas juice sudah cukup di pagi hari. Dengan begitu
kita sudah membiarkan tubuh untuk melakukan pembuangan secara maksimal.
Ketiga siklus di atas bukan cuma membuat Anda
harus memperhatikan kapan waktu makan yang tepat, tetapi juga keseimbangan asam
dan basa (nilai pH) makanan yang Anda santap. Salah kombinasi sedikit saja,
kelancaran proses pencernaan tubuh akan
terganggu.
Beberapa contoh makanan pembentuk asam adalah
protein hewani, lemak dan minyak, produk susu, biji-bijian, kacang tanah,
makanan beragi, alkohol. Sedangkan makanan pembentuk basa yaitu buah-buahan,
sayuran, kentang yang direbus dengan kulitnya, susu mentah, kedelai, taoge,
kacang-kacangan (kecuali kacang tanah).
Jika kombinasi pada makanan selalu seimbang maka pH dalam tubuh Anda
akan selalu netral.
Selain mengelompokkan asam-basa, makanan juga
dibagi menjadi 5 kelompok makanan berdasarkan kandungannya, yaitu zat pati,
protein, sayuran, kelompok netral, dan buah-buahan. Semua kelompok makanan ini
bisa dimakan bersamaan dalam pola Food Combining, kecuali kelompok protein dan
zat pati tidak boleh dikonsumsi bersamaan.
Buah juga dikonsumsi sendiri pada pagi hari
karena mudah dicerna dan tidak membutuhkan energi besar. Selanjutnya, jika
sudah mengkonsumsi protein, maka sebaiknya ditemani sayuran untuk menetralkan.
Itu sebabnya, para penganut diet ini masih bisa menikmati steik atau mi ayam.
Namun dengan catatan, steik yang dimakan harus tanpa kentang dan mi ayam
dimakan dengan menyisihkan daging ayamnya
Berikut komposisi makanan serasi :
1. Protein dan Lemak. Unsur lemak berguna
untuk memperlambat laju pencernaan sehingga protein punya cukup waktu untuk
berinteraksi dengan asam lambung. Nah, protein sendiri sebetulnya sudah
mengandung lemak, hingga penambahan lemak lagi malah berbahaya sebab akan
membuat protein lebih lama lagi berada dalai lambung. Jadi, sarannya, santaplah
ayam, daging atau ikan secara dipanggang, dibakar, direbus atau dikukus. Begitu
juga kacang-kacangan
2. Pati dan Lemak. Hidrat arang pati juga
mengandung protein dan lemak sekalipun kecil saja. Jadi kombinasi pati dan
lemak oke saja selama tidak ditambahkan lemak lagi. Contohnya ubi yang dikolak
merupakan makanan yang tidak serasi karena menggunakan ekstra lemak yaitu santan. Tetapi jika
penggunaan lemak dalam jumlah yang kecil demi sebagai penambah citarasa, justru
diperbolehkan. Misalnya roti yang dibubuhi sedikit mentega
3. Lemak dan Asam. Keduanya bisa Anda santap
beriringan, namun dengan catatan kadar lemaknya harus rendah. Asam, berguna
untuk melarutkan lemak. Sedang enzim pengurai lemak membutuhkan pH asam.
Misalnya, sedikit air jeruk dapat mengencerkan lemak sehingga lebih mudah
dicerna. Sebaliknya menambahkan asam pada makanan berkadar lemak terlalu
tinggi justru menyebabkan pH pencernaan
semakin asam hingga menghambat proses pencernaan. Sebagai contoh, setelah makan
kacang-kacangan usahakan untuk menyantap buah yang memiliki rasa asam.
4. Gula dan Asam. Contoh makanan dengan
kombinasi ini adalah yogurt murni dan madu alam murni, yogurt murni dan buah
manis, buah asam dan buah manis atau saus asam manis
5. Pati dan Pati. Sekalipun makan nasi dan
bakmi menurut metode food combinig cukup
serasi namun disarankan agar tidak menyantapnya dalam jumlah banyak.
Karena kemampuan tubuh menyimpan pati terbatas. Kelebihannya akan disimpan
tubuh dalam bentuk lemak.
6. Protein Nabati dengan Protein Nabati.
Kombinasi yang sangt serasi karena satu jenis saja protein nabati. Namun
kombinasi ini kurang lengkap, hingga harus dilengkapi lagi dengan protein
lainnya. Misalnya, nasi merah dengan tempe, nasi dengan perkedel kacang merah,
sup dengan aneka biji-bijian
Kelemahan :Food combining akan sangat
berbahaya bila diterapkan pada mereka yang hanya memiliki cadangan tubuh
pas-pasan, apalagi jika sedang sakit. Dalam kondisi seperti ini, kekurangan
akan zat-zat gizi akibat ketidakbolehan penggabungan makanan akan diambil dari
jaringan-jaringan yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi, yakni jaringan
organ-organ tubuh vital.
No comments:
Post a Comment