Anda ingin jauh dari gangguan jantung? Tak
ada salahnya mencoba diet Mediterania. Sebuah penelitian membuktikan bahwa diet
ala Timur Tengah yang dilakukan selama tiga bulan bisa mengurangi risiko
gangguan jantung hingga 15 persen.
Diet mediteranian diciptakan berdasarkan
makanan yang disantap penduduk di negara-negara Eropa selatan, Afrika utara dan
Timur tengah yang berbatasan langsung dengan laut Mediteranian. Para ahli
percaya penduduk di wilayah tersebut berumur panjang, minim risiko gangguan
jantung dan terhindar dari kadar kolestrol yang tinggi karena makanan yang
mereka konsumsi.
Penelitian yang diketuai Dr. Denis Lairon
dari Faculty of Medicine Timone Marseille Prancis yang dicatat di American
Journal of Clinical Nutrition menyebutkan, diet Mediterania atau Timur Tengah
yang terdiri dari konsumsi makanan kaya biji-bijian, buah-buahan, sayur mayur,
kacang-kacangan dan minyak zaitun dalam jumlah sedang bisa membantu mengurangi
risiko gangguan jantung.
Diet mediteranian menganjurkan pelaku diet
untuk hanya mengonsumsi makanan segar dan menghindari daging merah, telur dan
gula. Sementara lemak didapatkan dari minyak zaitun, kacang polong dan minyak
ikan sementara produk dari susu seperti keju hanya dikonsumsi dalam jumlah
sedikit. Anggur merah termasuk jenis minuman yang disarankan karena mengandung
polyphenols yang terbukti bisa menurunkan kadar kolestrol.
Sayur-sayuran yang terdapat dalam diet
mediterania mengandung antioksidan dan betacarotene yang keduanya bisa
menurunkan risiko serangan jantung dan memperkecil risiko kanker paru-paru.
Sementara tomat yang menjadi salah satu makanan pokok dalam diet mediterania
mengandung lycopene yang terbukti mampu melindungi tubuh dari berbagai jenis
kanker.
Penduduk di Mediteranian dikenal mempunyai
kehidupan sosial yang erat, baik dengan keluarga maupun teman. Saat makan
adalah waktu yang tepat untuk berkumpul bersama sambil bercengkrama, sehingga
mereka terbiasa untuk menyantap makanan dengan perlahan. Hal itu membuat tubuh
memiliki waktu untuk memproses makanan yang masuk dengan maksimal.
Daerah mediterania yang memiliki iklim hangat
memicu penduduk untuk melakukan aktivitas fisik seperti berjalan dan bersepeda.
Sebaiknya aktivitas fisik seperti ini juga Anda lakukan untuk menjaga kesegaran
tubuh.
No comments:
Post a Comment